Thursday, December 1, 2011

RESISTOR

APA ITU RESISTOR...??
Resistor atau WEERSTAND adalah komponen elektronik yang fungsinya sebagai penahan arus lisrtrik atau menghambat arus listrik,pembagi arus atau trgangan arus listrik,penurun tegangan arus listrik.Resistor dinyatakan dengan satuan Ohm dan diberi simbol Ī©
Resistor dibedakan atau dibagi menjadi resistor Tetap (Fixed resistor) dan resistor Variabel (berubah rubah)

RESISTOR TETAP
Nilai resistor tetap resistansinya selalu dengan gelang kode warna yang ditulis pada badan resistor dan penulisan gelang kode warna resistor (kecuali resistor dalam bentuk chip atau SMD resistor)
warna ini sudah diatur oleh EIA (ELEKTRONIC INDUSTRIES ASSOCIATION)
Semakin besar bentuk resistor ini semakin besar juga nilai dayanya
Jenis-jenis resistor tetap :
 * Metal film resistor
 * Metal oxide resistor
 * Carbon film resistor
 * Ceramic encased Wirewound












Berikut cara mengenali atau membaca resistor yang menggunakan 
gelang kode warna :




kode warna resistor Cara Membaca Nilai Resistor




Resistansi dibaca dari warna gelang yang paling depan ke arah gelang toleransi berwarna coklat,merah, emas atau perak. Biasanya warna gelang toleransi ini berada pada badan resistor yang paling pojok atau juga dengan lebar yang lebih menonjol, sedangkan warna gelang yang pertama agak sedikit ke dalam.
Dengan demikian pemakai sudah langsung mengetahui berapa toleransi dari resistor tersebut. Kalau anda telah bisa menentukan mana gelang yang pertama selanjutnya adalah membaca nilai resistansinya.
Jumlah gelang yang melingkar pada resistor umumnya sesuai dengan besar toleransinya. Biasanya resistor dengan toleransi 5%, 10% atau 20%memiliki 3 gelang (tidak termasuk gelang toleransi).
Tetapi resistor dengan toleransi 1% atau 2%(toleransi kecil) memiliki 4 gelang (tidak termasuk gelang toleransi).
Gelang pertama dan seterusnya berturut-turut menunjukkan besar nilai satuan, dan gelang terakhir adalah faktor pengalinya. Misalnya resistor dengan gelang kuning, violet, merah dan emas. Gelang berwarna emas adalah gelang toleransi.
Dengan demikian urutan warna gelang resitor ini adalah, gelang pertama berwarna kuning, gelang kedua berwana violet dan gelang ke tiga berwarna merah. Gelang ke empat tentu saja yang berwarna emas dan ini adalah gelang toleransi. Dari tabel-1 diketahui jika gelang toleransi berwarna emas, berarti resitor ini memiliki toleransi 5%. Nilai resistansisnya dihitung sesuai dengan urutan warnanya.
Pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai satuan dari resistor ini. Karena resitor ini resistor 5% (yang biasanya memiliki tiga gelang selain gelang toleransi), maka nilai satuannya ditentukan oleh gelang pertama dan gelang kedua.
Masih dari tabel-1 diketahui gelang merah nilainya = 2 dan gelang hijau nilainya = 5. Jadi gelang pertama dan kedua atau kuning dan violet berurutan, nilai satuannya adalah 25.
Gelang ketiga adalah faktor pengali, dan jika warna gelangnya orange berarti faktor pengalinya adalah 1000. Sehingga dengan ini diketahui nilai resistansi resistor tersebut adalah nilai satuan x faktor pengali atau 25 x 1000 = 25K Ohm dan toleransinya adalah 5%. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W=I2R watt.
Semakin besar ukuran fisik suatu resistor bisa menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut. Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk silinder.
Tetapi biasanya untuk resistor ukuran jumbo ini nilai resistansi dicetak langsung dibadannya, misalnya 100 5W yang berarti 100 Ohm 5Watt atau ada juga seperti 1k2 5W 1200 Ohm 5Watt


Read more: http://www.infoservicetv.com/cara-membaca-nilai-resistor.html#ixzz1fEK0K3L9




RESISTOR VARIABEL
Resistor yang nilai tahanan atau resistansinya  dapat berubah atau tidak tetap 
Jenis resistor variabel terbagi dalam  beberapa macam bentuk seperti  :


POTENSIOMETER
Pada jenis potensiometer meter ini kita mengunakannya dengan cara memutar tuas atau mengeser,sehingga nilai tahanannya berubah sesuai dengan keinginan kita.Potensimeter ini sering kita lihat dan kita temui pada radio,tape atau tv manual,yang lazim nya di gunakan untuk mengatur ,bright,contrast,suara atau volume,bass,balance

TRIMER POTENSIOMETER (TRIMPOT)
Pada jenis trimpot ini fungsinya  sama dengan Potensiometer 
dalam bentuk tuas atau geser,tapi cara penggunaannya atau 
merubah nilai resistansi trimpot menggunakan obeng 


NEGATIVE TEMPERATUR COEFISIEN (NTC)
NTC ini nilai tahanannya di pengaruhi oleh suhu,apabila 
suhu di sekeliling NTC naik makai nilai resistansi NTC akan
turun bahkan bisa sampai 0


POSITIVE TEMPERATUR  COEFISIEN (PTC)
PTC ini juga di pengaruhi oleh suhu di sekeliling PTC,apabila 
suhu di sekeliling PTC naik maka nilai resistansi PTC akan 
naik juga dan nilai hambatannya  membesar


LIGHT DEPENDENT RESISTOR (LDR)
Resistor ini mempunyai dua elektroda pada permukaan LDR 
tersebut dan hanya berfungsi dengan pengaruh cahaya,pada 
waktu cahaya gelap atau cahaya sedang redup maka nilai 
resistansi LDR akan tinggi atau besar. 
Pada saat cahaya terang nilai resistansi LDR tersebut akan kecil 
bahkan sampai tidak ada hambatan

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment