Thursday, July 26, 2012

PASAR WADAI BARABAI 1433H




Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah "BARABAI", 
Kalimantan Selatan, berusaha melestarikan masakan 
dan jajanan khas daerah melalui kegiatan "pasar wadai".


Bupati Hulu Sungai Tengah H Harun Nurasid pada acara 
"Ramadhan Cake Fair" didampingi Kepala Dinas Pemuda, 
Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Akhmad Syahriani, 
Selasa, mengatakan, Pasar Wadai atau Pasar Ramadhan 
1433 Hijriah terdiri dari 125 stan.


Pasar wadai tersebut dibangun secara swadaya oleh peda
gang di bawah koordinator UPT Pasar Keramat Barabai, 
satu petak dengan ukuran 2x2 meter dengan harga Rp340 ribu.


Penempatan pedagang dilakukan dengan undian, sementara 
satu petak diisi Stan Program Keluarga Harapan (PKH) yang 
dikelola oleh Para Ibu-Ibu yang yang diberdayakan untuk ikut 
serta meningkatan ekonomi dan kesejahteraan keluarga.


Bupati H Harun Nurasid mengungkapkan, Pasar Wadai Ramadhan 
telah menjadi event tahunan daerah untuk melestarikan wadai 
atau kuliner tradisional agar tetap terjaga serta memberikan 
kemudahan dan kenyaman bagi warga untuk berbelanja keperluan 
berbuka puasa.


"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas 
sinergitas SKPD terkait antara lain Disporabudpar HST, 
DPP KUKM HST melalui UPT Pasar Keramat Barabai 
sehingga Pasar Wadai Ramadhan tahun ini kembali 
terlaksana dan dapat terkelola dengan baik,"ujarnya.


Berkaitan dengan Puasa Ramadhan, warga dapat 
memanfaatkan momen puasa ini untuk menambah 
amal dan kebajikan.


Menjaga suasana daerah agar tetap aman dan kondusif 
dan dengan mengisi pembangunan agar tercapai melalui 
semangat kepedulian, kebersamaan dan gotong royong.


Pembukaan Pasar Wadai Ramadhan 1433 Hijriah ditandai 
dengan pemotongan pita oleh Ketua TP PKK Hulu Sungai 
Tengah Hj Tintainah Harun Nurasid.


Stan pasar wadai menyediakan beragam kuliner lezat dari 
kue, sayur, buah-Buahan dan lainnya dipajang memikat, 
harganya juga terjangkau, bersih dan sehat.


copas:
http://www.antarakalsel.com/berita/7580/hst-lestarikan-makanan-khas

Comments
3 Comments

3 komentar:

Post a Comment