
Sambil menikmati makanan dan secangkir kopi hangat di PUJASERA kita di hibur pertunjukan musik dangdut gratis bersama para musisi KOTA APAM Di pojokan terminal dibuat semacam panggung kecil lengkap dengan susunan sound systemNyang lumayan banyak dan beragam alat musik.Pemain alat musik boleh siapa saja asalkan mahir memainkan alat musik,begitu juga dengan penyanyinya, siapa saja boleh menyumbangkan suaranya.
Meski tidak setiap hari dan kadang tak menentu, biasanya acara itu digelar saat akhir pekan. Paling sering, acara itu digelar saat ada lomba musik dangdut, acara itu bisa digelar hampir tiap hari.Kesempatan itu dijadikan ajang latihan bagi artis-artis tarik suara Kota Barabai, baik yang sudah ngetop atau mereka yang baru mulai menjajaki dunia itu, maupun yang hanya ikut-ikutan saja.Karena dilakukan sekedar suka-suka dan terkadang untuk latihan, maka biduan yang menyumbangkan suaranya pun hanya bergoyang ala kadarnya dengan dandanan minimal pula.
Jangan kaget bila menyaksikan seorang wanita tengah melantunkan lagu dangdut yang mendayu-dayu dengan hanya mengenakan baju daster, lengkap dengan roll rambut yang bertengger di kepala.Menyanyi di tempat itu memang tidak dibayar,tapi biasanya ada saja yang memberikan saweran. Bila sedang rame, bisa dapat ratusan ribu.Namun ketika mereka bermain musik bersama semua melebur menjadi satu, menghilangkan perbedaan yang ada. Dan itu pulalah agaknya yang membedakan Barabai dari kota lain dalam hal berkesenian.